Assalamualaikum...
Salah satu program bagi siswa ataupun siswi SMK untuk mengenal satu sama lain sesuai dengan jurusannya dan dapat berkerja sama dengan masyarakat, maka di adakannya suatu kegiatan yaitu PSG (praktek sistem ganda) atau biasa di kenal dengan PRAKERIN(praktek kerja industri).Kegiatan ini di laksanakan dalam kurun waktu 3 bulan lamanya dan bertempat di berbagai daerah.Saat siswa dan siswi SMKN 1 TOMONI menginjak semester 2 di kelas 2,tiba waktunya bagi mereka melaksanakan program PSG.Beruntung rasanya ketika pengumuman lokasi PSG ,dan berhubung jurusan kami pertanian,saya dan ke 3 orang teman saya di tempatkan di UPTD balai benih hortikultura loka,desa bonto marannu,kab.bantaeng. walaupun lokasinya cukup jauh dari tempat kami yaitu luwu timur,hal itu tidak menurunkan semangat ke ingin tahuaan kami.
Topografi desa bonto marannu yaitu bergelombang dan bergunung pada ketinggian 1.100 m dpl.dengan suhu rata rata 18-20 oC.Dengan suhu seperti itu hawa dingin tak hanya menyelimuti di malam hari, bahkan di sepanjang hari sekalipun.Penduduk loka mayoritas berprofesi sebagai petani,khususnya hortikultura.
Maka tak heran kawasan tersebut di jadikan agrowisata.di tambah lagi pemandangan yang indah nan sejuk khas pegunungan, masih benar benar terasa.Sehingga Membuat kami semakin betah. Tetapi tak lupa,bahwa tujuan utama kami adalah mempelajari tentang salah satu berkembambang biakan vegetatif yang telah berbasis tekhnologi dan masih jarang di lakukan di indonesia, yaitu Kultur jaringan .lab kultur jaringan ini ,bertempat di UPTD loka,desa bontomarannu, kab.bantaeng.
Pada saat pembagian lokasi kerja di UPTD loka,kami berempat di tempatkan di lab kultur jaringan.pada saat itu tanaman yang di perbanyak adalah Talas jepang(satoimo) dan kentang.
Adapun kegiatan yang kami lakukan di lab tersebut meliputi ;
1) Sterilisasi
2) Pembuatan media
3) Subkultur/penanaman eksplan
4) aklimitasi
2) Pembuatan media
3) Subkultur/penanaman eksplan
4) aklimitasi
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman ,seperti sekelompok sel atau jaringan yang di tumbuhkan dalam kondisi aseptik.Sehingga tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.Prinsip utama kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman menggunakan media buatan yang di lakukan di tempat yang steril.
Tahapan kegiatan:
1) Sterilisasi
Yaitu proses pembebasan dari mikroorganisme.Sehingga menciptakan kondisi kultur yang steril.
》 Sterilisasi gelas kultur dalam suhu 121 oC,di dalam autoklave.
》 Sterilisasi bagian logam(pisau skapel,gunting,pingset Dll) dan kaca di dalam open.
2) Pembuatan media.
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dalam kultur jaringan.
》Persiapan bahan(Larutan makro,mikro,gula,vitamin,protein,hormon,agar-agar,dll) dan alat.
》Formulasi( penakaran dan pencampuran bahan)
》Pengukuran PH (5,7-5,8)
》Pemberian agar agar dan pemanasan media.
》Penuangan ke dalam botol yang telah di sterilkan.
》Sterilisasi kembali botol yang telah terisi media kedalam autoklave.
》Pengukuran PH (5,7-5,8)
》Pemberian agar agar dan pemanasan media.
》Penuangan ke dalam botol yang telah di sterilkan.
》Sterilisasi kembali botol yang telah terisi media kedalam autoklave.
Media di diamkan kurang lebih selama 2 malam.sebelum di gunakan.
3)Penanaman eksplan (tanaman kecil).
Melalui sub kultur tanaman di tanam pada media yang baru di dalam laminar air flow(ruang penanaman) menggunakan alat alat yang steril.tanaman yang sebelumnya berada di dalam 1 botol di perbanyak menjadi 8-10 botol.kemudian botol botol yang berisi tanaman baru di simpan di rak rak di dalam ruangan penyimpanan atau inkubasi dengan suhu 24 -28 oC serta di lengkapi AC dan lampu sebagai sumber cahaya.Dan tanaman yang terkontaminasi oleh bactery,virus ataupun jamur di disini mulai terlihat.
tanaman yg terkontaminasi
4)Aklitimasi.
Aklitimasi merupakan proses adaptasi atau pemindahan tanaman dari lingkungan dalam ke lingkungan luar( dari lingkungan yang terkendali ke lingkungan yang tidak terkendali).Pada awalnya bibit di sungkup terlebih dahulu,kurang lebih waktu 2 minggu.
Setelah tanaman mampu beradaptasi barulah sungkup di buka dan di biarkan selama 4 minggu.
Setelah itu bibit dapat di pindahkan ke polybag.
Perbedaan kultur jaringan dengan perbanyakan alami:
》 Kultur jaringan
> media terbuat dari nutrisi kimia.
>Tanaman tidak membuat makanannya sendiri.
>Sumber tanaman sedikit.
>fotosintesis dengan bantuan cahaya lampu.
>Sumber tanaman sedikit.
>fotosintesis dengan bantuan cahaya lampu.
》 Alami
>Nutrisi di peroleh secara alami dari tanah.
>Tanaman dapat membuat makanannya sendiri.
>Sumber tanaman harus cukup umur.
>fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari.
>Tanaman dapat membuat makanannya sendiri.
>Sumber tanaman harus cukup umur.
>fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari.
Kelebihan dan kekurangan kultur jaringan;
》 Kelebihan
> Sifat identik dengan induknya.
>Perbanyakan dalam waktu yang singkat.
>Tidak perlu area yang cukup luas.
>Tidak di pengaruhi oleh musim.
>Tanaman bebas jamur dan bacteri.
>Perbanyakan dalam waktu yang singkat.
>Tidak perlu area yang cukup luas.
>Tidak di pengaruhi oleh musim.
>Tanaman bebas jamur dan bacteri.
》 Kekurangan
>Hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap hama,penyakit dan udara dari luar.
>Biaya yang mahal(memerlukan labolatorium khusus,dan peralatan)
>Di perlukan SDM(sumber daya manusia )yang handal.
>Di perlukan SDM(sumber daya manusia )yang handal.
Demikianlah kegiatan yang kami lakukan selama kurang lebih 3 bulan di dalam lab kultur jaringan,bantaeng.Pelaksanaan kultur jaringan di indonesia belum cukup banyak di lakukan,saya berharap pemerintah memperhatikan mengenai hal tersebut.Agar perkembangan di sektor pertanian terus meningkat sehingga dapat menghasilkan keberhasilan yang besar, karena di dukung adanya ketersediaan bibit yang unggul serta berkualitas.
Semoga bermanfaat..











Tidak ada komentar:
Posting Komentar