Rabu, 12 Oktober 2016

Kendala Petani indonesia tak kunjung sejahtera

Assalamualaikum wr.wb

  Di artikel kali ini akan membahas tentang mengapa petani indonesia tak kunjung sejahtera, Kita ketahui bahwa mayoritas penduduk di indonesia adalah petani .Dari dulu, indonesia di kenal dengan tanahnya  subur dan makmur . Namun ungkapan itu ternyata berbanding terbalik dengan kondisi para petani, pada kenyataannya masih banyak petani yang hidup di bawah garis kemiskinan serta keterbatasan ekonomi.


  Menurut data BPS tahun 2013, hampir separuh dari total 28,7 juta penduduk miskin di indonesia atau 13 juta orang adalah petani. Artinya, petani sebagai penghuni terbesar negeri ini justru berada di tingkat terbawah nilai kesejahteraan. Tentu kita bertanya tanya kok bisa yah ..? untuk mendapatkan jawabanya silahkan di simak beberapa ulasan berikut.

  " Beberapa hal yang menyebabkan petani tak kunjung sejahtera:

  1) Kepemilikan lahan yang relatif sempit

   Data BPS menunjukkan data rumah tangga petani gurem tahun 2013 sebanyak 14,25 juta rumah tangga, atau sebesar 55,33 persen dari rumah tangga pertanian pengguna lahan rata rata mereka hanya memiliki lahan di bawah 0,25 ha.


2)  Tidak memiliki akses modal

  Jika tidak ada pinjaman dari perbankan akhirnya mereka pinjam ke tengkulak, sementara biasanya tengkulak jika membeli dari petani sistem ijon atau meminjam ke pada rentenir yg bunganya relatif memberatkan petani.


  3) Masalah di bidang subsektor

  Adapun masalah yg di hadapi petani di bidang subsektor meliputi:

Dukungan infrastruktur pertanian yaitu bendungan, irgrasi, jalan tani .Kerusakan irigrasi serta kurangnya akses jalan tani sering kali menjadi problem di lapangan.

> Ketersediaan bahan pertanian yang terbatas seperti pupuk, bibit unggul, dllnya.

4) Pengetahuan petani
  

  Mengapa pengetahuan petani menjadi salah satu kendala, karena meskipun petani telah di ajarkan metode metode pertanian yang lebih efesien mereka tetap berpegang teguh pada pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari budaya turun temurun di daerah tersebut.Salah satunya,Masalah hama dan penyakit tanaman yg kurang efektif cara penyelesaiannya.

5)  Masalah akses pasar

  Selama ini petani hanya mengetahui tengkulak sebagai area pasar mereka, masalahnya harga yg di tawarkan tengkulak seminim mungkin.Yang kemudian berimbas pada petani karena hasil panen atau produksi, tidak sebanding dengan biaya yg di keluarkan, mulai dari pengelolahan lahan, pemeliharaan, sampai panen.Apa lagi yang murni bekerja hanya sebagai petani saja tentunya sangat berat.


  Dan masih banyak lagi .. Hal yg diperlukan hanyalah kerja sama dan tindakan antara pihak, agar masalah "tersebut dapat di Minimalkan sedemikian mungkin.Agar kedepannya pertanian indonesia terus berkembang dan maju.Dan dampaknya dapat mengurangi impor hasil cocok tanam luar negeri di karenakan hasil pertanian lokal yg belum memenuhi kuota kebutuhan pangan dalam negeri.Serta kualitas hasil panen minimal bisa menyamai hasil produksi pertanian luar negeri.

   

   Demikian artikel kali ini, Semoga bermanfaat khususnya buat penulis dan umumnya buat pembaca.
                     
    
Baca juga:

>  Cara mencangkok yg baik dan benar 


> Cara menyambung bibit coklat yg baik


Tidak ada komentar:

Posting Komentar